SERONCENG SHOLAWAT

November 16, 2016

Sumber : https://sites.google.com/site/pustakapejaten/shalawat

Shalawat Adrikni
Shalawat Syekh Al Halabi

اللهم صل وسلم عل سيد نامحمد قد ضاقت حيلتئ ادركنئ يارسول الله

ALLOHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN QOD DHOQOT HILATI AD RIKNI YA ROSULALLOH
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami, Muhammad. Telah semai rasanya upayaku, tolonglah aku ya Rasulullah.”.

Ibn Abidin menukil shalawat ini dari seorang hamba yang salih, Ahmad Al-Halabi, yang berdiam di Damaskus. Dia bertutur bahwa, ada sebagian menteri Damaskus menangkapnya, sehingga pada malam itu, ia merasa sangat susah sekali. Lalu ia bermimpi melihat Rallulullah S.a.w. Baginda Nabi menenteramkan hatinya dan mengajarkan kepadanya sighat shalawat ini. Baginda Nabi mengatakan bahwa barangsiapa yang membacanya maka Allah akan menghilangkan kesulitannya. Ketika ia terbangun, lalu dibacanya shalawat itu, dan akhirnya, berkat Rasulullah S.a.w kesulitannya itu lenyap.
Baca entri selengkapnya »

Bunga Rampai Sholawat

Oktober 26, 2016
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم
صلوا على الهادي تنجو من حرّ لظى ويزول الهمّ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم
شرّف مكة لما اتاها ثمّ النور علاها وعمّ
صلى الله على محمد
صلى الله عليه وسلم
جذعُ النخل لطه شكى ذراعُ الشاة له كلّمْ
صلى الله على محمد
صلى الله عليه وسلم
عينُ قتابة لا ننساها صارت تبصرُ اين وكمْ
صلى الله على محمد
صلى الله عليه وسلم
سلامي على طه سلامي على ياسين سلامي على الممدوح بالنون والقلم
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم
سلامي على من قال للناقة اشهدي باني رسول الله قالت له نعمْ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم
سلامي على من سار ليلا الى العلا وكان له جبريل من اطوع الخدم
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم
سلامي على من قال للبدر في السما الا فانقسم قسمين يا بدر فانقسمْ
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم
سلامي على من قال يا ربي امتي اجرها من النيران قال له نعم
صلى الله على محمد صلى الله عليه وسلم

Baca entri selengkapnya »

Napak Tilas Nur Muhammad

Oktober 13, 2016

Link :https://pecintahabibana.wordpress.com/2013/09/02/napak-tilas-nur-muhammad-sang-cahaya-dari-adam-sampai-adnan/
https://pecintahabibana.wordpress.com/2013/09/03/napak-tilas-nur-muhammad-bagian-2-berlabuh-kepada-maad-saatnya-semakin-dekat/
https://pecintahabibana.wordpress.com/2013/09/04/napak-tilas-nur-muhammad-bagian-3-ayah-bunda-termulia-sepanjang-masa/

Tak henti hentinya Allah, Yang Maha Perkasa dan Maha Agung, memindahkan nya dari rangkaian tulang sulbi yang mulia dan melewati rahim rahim yang suci…

Napak Tilas Nur Muhammad; SANG CAHAYA, DARI ADAM SAMPAI ‘ADNANSaat bulan Maulid tiba, umat islam di berbagai belahan dunia menyambutnya dengan penuh suka cita. Di sana sini, mereka merayakan momentum datangnya bulan kelahiran Rasulullah Saw ini dengan berbagai cara dan beragam ekspresi. Ketika itu, mereka memperdengarkan perjalanan hidup sang Manusia teladan, disamping juga mengisahkan detik detik kelahirannya. Kesemuanya itu diselenggarakan dengan harapan agar umat dapat bercermin dari keteladanan hidup Rasulullah saw dan semakin menambah kecintaan kepadanaya.

Selain itu, ada pula yang mengulas seputar sejarah penciptaan cahaya Rasulullah yang diyakini sebagai awal mula keberadaan segala makhluk ciptaan Allah , atau yang populer dengan istilah nur Muhammad.

Membicarakan nur Muhammad tak terlepas dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdurrazzaq bin Umar bin Muslim ad-Dimasyqi Ash-Shan’ani (126-211 H/744-826 M), yang menceritakan kala sahabat Jabir bin Abdullah Al-Anshari RA bertanya kepada Rasulullah, “Demi ayah dan ibuku, ya Rasulullah, beritahukan lah kepadaku sesuatu yang pertama kali dicilptakan Allah sebelum yang lainnya.”

Maka jawab Rasulullah, “Wahai Jabir, sesungguhnya Allah telah menciptakan nur nabimu, Muhammad, dari nur-Nya, sebelum Dia menciptakan segala sesuatu.”

Baca entri selengkapnya »

Martabat Tujuh

Oktober 11, 2016

بسم الله الرحمن الرحيم

Link :http://tuhfatul-mursalah.blogspot.co.id

Muqadimah

مقدمة التحفة المرسـلة
متن رسالة التحفة المرسلة في علم حقيقة الشريعة المحمدية للشيخ محمد بن الشيخ فضل الله الهندي وقد شرح هذه الرسالة سيدي عبد الغني النابلسي في كتابه القول المتين ولزيادة الآنتفاع أنقول هنا مقدمة سيدي عبد الغني النابلسي في القول المتين.

بسم الله الرحمن الرحيم

وبه نستعين
الحمد لله الوجود الحق المبين المضاف عند العقول إلى كل شيء بمقتضى حكمه المتين في قوله الحاكم بالفرض:

“اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ” سورة النور: 35

Allah yang menerangi langit dan bumi.

Allah is the Light of the heavens and the earth.

وهو الذي يضاف إليه كل شيء في بصائر العارفين المعترفين بحضور يوم العرض قال:
“وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ” سورة النمل: 91

dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu

and to Whom (belongs) all things

وقال سبحانه:

” لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ” سورة لقمان: 26

Allah jua yang memiliki segala yang ada di langit dan di bumi;
To Allah belong all things in heaven and earth

والصلاة والسلام على الجامع بين المقامين أكمل جمع المقام الأول مقام الفرق والمقام الثاني مقام الجمع فهو الذي يغان على قلبه فسيتغفر الله في اليوم والليلة أكثر من سبعين مرة كما قال وهو القائل “لي وقت مع ربي لا يسعني فيه ملك مقرب ولا نبي مرسل” وهو وقت فراغه ورغبته إلى ذي الجلال
“فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ (٧) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ” سورة الشرح: 7-8

Kemudian apabila engkau telah selesai (daripada sesuatu amal soleh), maka bersungguh-sungguhlah engkau berusaha (mengerjakan amal soleh yang lain), (7) Dan kepada Tuhanmu sahaja hendaklah engkau memohon (apa yang engkau gemar dan ingini). (8)
Therefore, when thou art free (from thine immediate task), still labour hard (7) And to thy Lord turn (all) thy attention. (8)

ورضوان الله على آله الطاهرين وعن أصحابه والتابعين وتابع التابعين إلى يوم الدين اهـ…

Baca entri selengkapnya »

SARABA AMPAT

September 29, 2007

SARABA AMPAT

[1]
Alloh jadikan saraba ampat
Syariat thoriqot hakikat makrifat
Manjadi satu di dalam kholwat
Rasa nyamannya tiada tersurat

Parafrase:

`Alloh menjadikan serba empat`, diterangkan oleh Syech Abdul Jalil dibaris berikutnya, serba empat yang pertama adalah `syariat, thoriqot, hakikat, makrifat`.
Urut-urutan ini seolah olah sesuatu yang baku untuk beberapa dekade. Tidak jelas dalil atau dasarnya (Qur-an-Hadits-nya), tapi banyak yang memakai urut-urutan tingkatan atau tahap yang harus ditempuh seperti itu, yaitu syariat dulu (syariat di sini bisa dipahami sebagai ajaran agama yang mengatur wujud lahir manusia), baru thoriqoh ( thoriqoh sendiri artinya `jalan`, bisa dipahami sebagai masa transisi atau proses dari syariat menuju hakekat.), baru setelah itu hakekat (hakekat bisa diartikan esensi atau jiwa atau hal-hal yang menyangkut isi dari agama), baru kemudian makrifat (ma`rifat di sini bisa dipahami ma`rifatulloh, yaitu mengenal Alloh dengan sebenar-benarnya kenal).
Sebagai bahan rujukan disalah satu hadits disebutkan, “awalauddin ma`rifatulloh” , “awal di dalam beragama adalah ma`rifatulloh”. (Tetapi kenapa ma`rifatulloh itu ditempatkan pada tahap yang terakhir??)
Baca entri selengkapnya »

WIRID HIDAYAT JATI

September 29, 2007

WIRID HIDAYAT JATI

Di bawah ini, saya coba untuk menerjemahkan dan membahas Wirid Hidayat Jati (aslinya berbahasa Jawa) yang terkenal sebagai tulisan dari pujangga kraton Surakarta, yaitu R.Ng. Ronggowarsito, sbb :

Dalam hal ini bukan berarti saya penganut ajaran tersebut, hanya sebatas telaah ilmu saja.

Wejangan ke-1 Ananing Dat

Sajatine ora ana apa-apa awit duk maksih awang-uwung durung ana sawiji-wiji, kang ana dhingin Ingsun, sajatine kang maha suci anglimputi ing sipatIngsun, anartani ing asmanIngsun, amratandhani ing apngalIngsun.

Nasehat ke-1 Adanya Dzat.

(Sesungguhnya tidak ada apa pun ketika masih sunyi hampa belum ada sesuatu, yang paling awal adanya adalah AKU, sesungguhnya yang Maha Suci meliputi sifatKU, menyertai namaKU, menandakan perbuatanKU).

Nasehat di atas menunjukkan kepada kita bahwa pada mulanya alam semesta ini tidak ada, semuanya masih sunyi hampa (awang-uwung), yang paling dahulu ada adalah AKU (Allah). Jadi tidak ada sesuatu pun yang mendahului adanya AKU (Allah), dalam ajaran agama Islam biasa disebut bahwa Allah bersifat Qidam (Dahulu tidak ada yang mendahului), dan AKU (Allah) adalah sumber dari segala sesuatu.
Baca entri selengkapnya »

Suluk-suluk S. Bonang

September 29, 2007

SASTRA PESISIR JAWA TIMUR DAN SULUK-SULUK SUNAN BONANG•
(Friday, 26 May 2006) –
Untitled Document
SASTRA PESISIR JAWA TIMUR
DAN
SULUK-SULUK SUNAN BONANG”
Oleh

Abdul Hadi W. M.

Jawa Timur adalah propinsi tempat kediaman asal dua suku bangsa besar, yaitu
Jawa dan Madura, dengan tiga sub-etnik yang memisahkan diri dari rumpun besarnya
seperti Tengger di Probolinggo, Osing di Banyuwangi dan Samin di Ngawi. Dalam
sejarahnya kedua suku bangsa tersebut telah labih sepuluh abad mengembangkan
tradisi tulis dalam berkomunikasi dan mengungkapkan pengalaman estetik mereka.
Kendati kemudian, yaitu pada akhir abad ke-18 M, masing-masing menggunakan bahasa yang
jauh berbeda dalam penulisan kitab dan karya sastra Jawa dan Madura
akan tetapi kesusastraan mereka memiliki akar dan sumber yang sama,
serta berkembang mengikuti babakan sejarah yang sejajar. Pada zaman Hindu kesusastraan
mereka satu, yaitu sastra Jawa Kuno yang ditulis dalam bahasa Kawi dan aksara
Jawa Kuno. Setelah agama Islam tersebar pada abad ke-16 M bahasa Jawa Madya
menggeser bahasa Jawa Kuno. Pada periode ini dua aksara dipakai secara bersamaan,
yaitu aksara Jawa yang didasarkan tulisan Kawi dan aksara Arab Pegon yang didasarkan
huruf Arab Melayu (Jawi).
Baca entri selengkapnya »